Proyek Bulan Ini: Meng-hosting Web Administrator Karangan Bunga Surabaya Bagian 1

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin.

Awal bulan ini, saya mendapatkan proyek dari teman saya. Proyek tersebut adalah meng-hosting web administrasi untuk usaha pembuatan karangan bunga di Surabaya. Pembuatan fitur web administrasi tersebut sudah dikerjakan oleh teman saya dan rekan-rekannya yang lain.

Tantangan Dalam Pengerjaan Proyek

Seingat saya, meng-hosting website memang sudah beberapa kali saya lakukan. Saya pernah melakukannya di 000webhost, Hostinger, dan Niagahoster. Namun, untuk meng-hosting website yang menggunakan framework PHP dan di DomaiNesia, ini merupakan yang pertama. Selain itu, dalam perjalanan pengerjaannya, ternyata saya menghadapi beberapa kendala. Berikut adalah beberapa hal baru yang saya alami dan cara saya menghadapinya.

Meng-hosting Website di DomainNesia

Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, saya belum pernah mencoba menggunakan layanan DomainNesia. Saya sendiri baru mengetahui keberadaan layanan ini saat Final Project Competition yang diadakan di kampus saya, yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Saya kaget mendengar harga sewa hosting dan domain yang menurut saya luar biasa murah dari teman saya. Apalagi, fitur yang ditawarkan juga setara dengan layanan hosting yang saya gunakan saat itu (yang harganya lebih mahal dari DomainNesia tentunya).

Halaman Awal DomaiNesia Agustus 2018
Gambar 1. Halaman Awal DomaiNesia pada Agustus 2018

Saya saat itu berkata dalam hati, "saya harus mencoba layanan tersebut untuk proyek saya selanjutnya". Ternyata, tidak berselang lama dengan waktu Final Project Competition, saya dihubungi teman saya untuk meng-hosting-kan proyek website-nya. Jadi, langkah-langkah yang saya lakukan saat itu adalah sebagai berikut.
  • Membuat Akun di DomaiNesia
    Saya ulangi sekali lagi, saya belum pernah menggunakan layanan DomaiNesia sebelumnya. Otomatis, saya juga belum pernah mencoba membuat akun di DomaiNesia. Jadi, langkah pertama yang saya lakukan tentu mendaftarkan diri saya di layanan tersebut. Untung saja, proses pendaftaran di DomaiNesia sangat mudah. Tanpa mencari tutorial pun, sepertinya Anda bisa dengan mudah membuat akun di sana.
  • Memesan Hosting di DomaiNesia
    Segera setelah memiliki akun, saya langsung memesan hosting. Tentu saja. Apalagi teman saya yang memberi proyek rajin meminta saya segera mengerjakannya setiap waktu. Tanpa henti. Tujuh hari dalam satu minggu. Lagipula, pemesanan hosting di sana juga sangat mudah meskipun saya mengalami sedikit kebingungan. Maklum, namanya juga newbie. Tapi saya yakin, orang-orang keren di luar sana juga newbie pada awalnya.
Sampai di sini, saya kira apa yang saya lakukan sudah benar. Ternyata, kenyataan memang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita perkirakan. Namun karena itulah kita terus belajar. Saya ternyata salah dalam memasukkan nama domain. Saya kira, arti dari "Domain telah terdaftar" adalah saya bisa menggunakan domain tersebut. Ternyata, memang cara saya memahami kata-kata yang sepertinya masih buruk.

Tentu saja saya merasa ada yang janggal karena tidak ada harga domain yang dicantumkan saat saya melihat rincian pembayaran yang harus saya lakukan. Memang, DomaiNesia menyediakan domain gratis, namun itu hanya untuk yang minimal memesan paket hosting Super. Padahal, saat itu saya memesan paket Lite, paket yang kelasnya di bawah paket Super dua kasta. Saya pada saat itu hanya berpikir bahwa hal tersebut adalah promo karena saya baru pertama memesan.

Namun, ternyata pikiran saya tersebut salah. Saya memang memasukkan nama domain orang lain yang sudah digunakan pada hosting yang saya pesan tersebut. Hal ini mengakibatkan saya melihat website jadi milik orang lain ketika saya mengakses alamat tersebut. Saya kaget saja, lah wong baru saja saya pesan hosting masa sudah ada isinya saja.

Tulisan di Bawah Form Isian DomaiNesia yang Membuat Saya Salah Paham
Gambar 2. Tulisan di Bawah Form Isian DomaiNesia yang Membuat Saya Salah Paham

Kemudian, saya coba akses alamat IP-nya secara langsung, namun yang saya temui bukan halaman yang saya kehendaki. Saya sudah mencoba mengubah isi dari index_html (root website yang bisa diakses pada server hosting) dan memasang WordPress, namun tetap saja saya tidak bisa mengaksesnya.

Setelah saya menghubungi customer service-nya, yang menurut saya sangat membantu dan lumayan responsif, saya mendapatkan informasi yang baru saya ketahui pada saat itu bahwa alamat IP tersebut adalah shared. Jadi, alamat itu digunakan oleh lebih dari satu penyewa layanan. Sehingga, mengakses web saya sendiri melalui alamat IP-nya tidak dimungkinkan.

Pihak customer service DomaiNesia itu pun memberi tahu saya langkah untuk mengatasi masalah yang saya hadapi. Saya diminta untuk menyiapkan domain saya sendiri (bukan domain orang lain seperti pada beberapa paragraf di atas) lalu mengajukan tiket untuk melakukan pengubahan domain.

Tentu Anda masih ingat bahwa saya belum memiliki domain saya sendiri. Maka dari itu, langkah-langkah yang perlu saya lakukan selanjutnya adalah sebagai berikut.
  • Memesan Domain di DomainNesia
    Pemesanan hosting di DomaiNesia memang mudah, begitu juga dengan pemesanan domainnya. Tentu saja sebelum memesan domain, saya harus mendiskusikannya kepada teman saya yang memberi proyek terlebih dahulu. Saya memberikan saran untuk menggunakan alamat domain yang sama, namun dengan ekstensi domain yang berbeda (sebelumnya *.com menjadi *.site). Teman saya itu pun menyetujuinya. Jadilah saya pesan domain tersebut dengan harga promo, cukup Rp14.000,00 untuk 1 tahun pertama.
  • Mengganti Domain di DomainNesia
    Setelah saya sudah memiliki domain saya sendiri (sesuai dengan saran dari customer service DomaiNesia), saya langsung saja mengajukan tiket untuk mengganti domain dari hosting saya yang sudah aktif. Tiket saya ini pun diproses dengan sangat cepat menurut saya. Tidak sampai satu jam, alamat dari hosting saya sudah diganti dan langsung aktif. :)
Sampai pada tahap ini, apa yang saya lakukan pada public_html sudah bisa saya lihat apabila saya mengakses alamat yang saya gunakan. Namun, tentu masih ada beberapa hal yang harus saya siapkan agar proyek yang dipercayakan kepada saya bisa selesai dengan benar.

Penutup

Pada bagian selanjutnya, saya akan mengisahkan apa yang saya alami ketika saya meng-hosting website yang sudah bisa berjalan dengan baik pada komputer teman saya, namun tidak berjalan dengan baik ketika sudah saya upload di server. Nantikan kisahnya pada tulisan saya berikutnya.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thooriq.

N.B. Saya tidak berjanji, tapi saya berencana membuat tutorial atau catatan untuk setiap yang saya pelajari dalam kisah yang saya tulis ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Mengubah Icon Marker di Google Map Javascript

Project Leader CodeIgniter Meninggal Dunia

Penamaan Tabel yang Baik di Database: Plural atau Singular?