Langsung ke konten utama

Postingan

Hei, Saya Tersertifikasi Dalam Bidang Clean Code!

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Yo, Saya mau pamer! Saya sekarang memiliki sertifikat dalam bidang clean code yang berlaku seumur hidup. Dengan sertifikat ini, bisa diasumsikan bahwa saya memiliki kompetensi dalam hal per- clean code -an. Mungkin, saya akan menulis beberapa artikel mengenai clean code di kemudian hari. Haha. Sayangnya, sertifikat yang saya miliki ini bukanlah sertifikat berjenis lulus kompetensi yang membutuhkan serangkaian tes (seperti sertifikat dari dicoding.com atau freecodecamp.org yang baru bisa didapatkan setelah lulus tes).  Sertifikat yang saya miliki ini berjenis sertifikat penyelesaian — Sertifikat yang diberikan ketika kita berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kursus. Artinya apa? Artinya adalah belum tentu saya kompeten dalam bidang itu. Saya hanya menyelesaikan kursus! Berikut adalah tampilan sertifikat saya yang diberikan oleh Udemy. Kursus online mengenai clean code
Postingan terbaru

Mulai Mengetahui Ada Istilah Low-Code

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Low-code , istilah yang baru saya tahu baru-baru ini. Saya menemui istilah ini dari suatu artikel di blog DZone . Anyway , saya mengunjungi artikel tersebut karena muncul di newsletter oleh Memi Lavi, Software Architecture Newsletter . Istilah ini, saya rasa, terdengar sedikit mirip dengan No-code . Istilah no-code ini sendiri saya lihat berulangkali di timeline Twitter saya. Paling sering, saya mendapatkannya dari akun @heyeaslo . Contoh tweet @heyeaslo mengenai no-code  Oke, kembali lagi ke istilah low-code . Dalam artikel tersebut, saya masih belum menemukan definisi yang jelas mengenai low-code . Namun, saya bisa menangkap maksud bahwa low-code merupakan suatu platform yang digunakan untuk membuat aplikasi. Saya jadi membayangkan bahwa low-code merupakan suatu platform application builder . Bedanya dengan no-code adalah kita masih bisa menambahkan koding yang lebi

Menerapkan Computational Thinking untuk Masalah Inkonsistensi Data App Remunerasi

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Siang itu, saya baru sampai kantor. Saya datang lebih siang dari biasanya karena mengantar istri kontrol kandungan ke Puskesmas. Baru sebentar saya duduk dan melihat-lihat layar komputer, atasan saya mengirim chat di grup. "Mas Muslim, ke ruangan saya." Seperti karyawan pada umumnya, saya menjawab, "baik, Pak." Saya langsung menuju ke ruangan beliau. Tanpa basa-basi yang lama, saya langsung dijelaskan perihal masalah yang ada di aplikasi yang saya kembangkan. "Datanya tidak konsisten," jelas beliau sambil menunjukkan letak data mana yang tidak konsisten. Data itu adalah data yang lumayan penting dan jika ada kesalahan, akibatnya fatal. Ya. Data itu adalah data catatan yang berhubungan dengan uang. Kemudian, beliau menjelaskan tentang konsep mengenai pencatatan akuntansi. Beliau mengira bahwa saya sudah tahu tentang hal tersebut. Saya pun dengan

Update dari Composer 1 ke Composer 2 di Ubuntu 20.04

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Apakah Anda selalu sebal ketika menjalankan composer install atau composer update karena kecepatannya sangat lambat? Jika iya, berarti kita mengalami hal yang sama. Saya juga mengalami hal tersebut. Saya selalu mengalaminya saat menggunakan Composer versi 1. Dalam pengumumannya pada 24 Oktober 2020, Composer mengumumkan bahwa mereka telah merilis Composer versi 2. Hal yang paling menarik perhatian saya tentu saja pada peningkatan performanya. Anda bisa melihatnya di sini . Gila. itu cepet banget, sih, menurut saya. Tentu, saya tertarik meng- upgrade versi Composer saya agar bisa menikmati kecepatan tersebut. Ingat, ngoding itu membutuhkan waktu yang lama. Cukup ngoding yang lama, composer install jangan.   Sebenarnya, saya sudah menemukan cara meng- upgrade Composer 1 ke Composer 2 di sistem yang saya gunakan, Ubuntu 20.04 di sini . Namun, saya ingin menuliskannya lagi

Cara Mengatasi "Login without a password is forbidden by configuration (see AllowNoPassword)" di Ubuntu 20.04 LTS

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Apakah Anda menjumpai error tersebut setelah meng- install MySQL Server di Ubuntu Anda? Jika iya, berarti kita mengalami hal yang sama. Saya juga mengalami hal tersebut setelah meng- install MySQL Server. So , pada artikel kali ini saya menunjukkan cara yang saya lakukan untuk mengatasi error tersebut. Ohiya. Sebenarnya, saya sudah lama menemui error ini dan sudah mengatasinya berulang kali dengan membuka kembali link ke StackOverflow yang pernah saya ceritakan pada artikel terdahulu . Lalu, mengapa saya menulis ini? Agar saya lebih mudah saja melakukannya secara terstruktur tanpa harus klik dan scroll-scroll jawaban di StackOverflow tadi. Baiklah, mari kita mulai saja. Langkah-langkah Mengatasinya Pertama, buka terminal . Buka /etc/phpmyadmin/config.inc.php menggunakan nano dengan menjalankan perintah berikut. sudo nano /etc/phpmyadmin/config.inc.php Masukkan passw

Catatan Sidang Tugas Akhir D3

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Saat saya menulis ini, saya sedang memiliki proyek untuk menuliskan catatan-catatan saya di binder semasa kuliah menjadi catatan dalam blog saya. Tujuan saya adalah agar ketika catatan fisik saya hilang, saya bisa mencari segala sesuatunya di dalam blog saya ini. Catatan pertama yang ingin saya pindahkan adalah catatan mengenai sidang tugas akhir D3. Saya sebenarnya tidak tahu tepatnya apakah ini saya catat sebelum sidang tugas akhir atau setelah sidang tugas akhir. Gambar 1. Catatan Saya di Binder  Berikut adalah catatan yang saya tulis. Proposal tidak standar Proposal yang saya maksud di sini mungkin proposal untuk sidang tugas akhir. Ketidakstandaran yang saya tulis di sini mungkin adalah format yang saya print saat itu dinilai tidak sama dengan yang diberikan oleh pihak kampus. Sebab dari ketidaksamaan tersebut mungkin karena format yang diberikan adalah dalam format M

Cara Membuat GIF dari Video di Ubuntu 20.04 Menggunakan Terminal

  Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin. Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad. Pernahkah Anda ingin membuat GIF dari video yang Anda miliki? Saya pernah. Hal itu terjadi tepat saat saya membuat artikel sebelumnya . Jika Anda menyimak artikel tersebut, Anda pasti mendapati ada gambar GIF di bagian akhir artikel. Well , sebenarnya saya baru tahu caranya saat membuat GIF tersebut. Eh. Saya lupa. Iya atau tidak, ya? Pokoknya, tepat waktu itu saya mencari-cari kembali bagaimana cara membuatnya. Beruntung sekali, saya menemukan artikel yang mudah diterapkan dari blog It's FOSS . Anda bisa menyimaknya jika memang membutuhkannya. Namun, jika Anda mencari panduannya yang berbahasa Indonesia, simak saja artikel ini sampai habis. Oke, mari kita mulai. Langkah-langkah Membuatnya Pertama , pastikan ffmpeg sudah ter- install di perangkat Ubuntu Anda. Anda bisa memastikannya dengan menjalankan perintah berikut. ffmpeg Apabila output -nya seperti ini, berarti